Air yang mengalir tak selamanya menjernihkan
bagaikan aku tanpa dia
bernafas tersengah setengah menyebut namamu
siapa yang menyangka cinta ini akan abadi..?
di benalu seuntai kertas nan kosong
wajah muka tergambar tersenyum disana
ingin berhenti namun tak bisa
tunas yang tumbuh sudah terlanjur melebihi ukurannya
aku berharap dia tetaplah dia
seberapa lama kebersamaan yang telah berjalan
aku berharap dia tetaplah dia
jangan takut ..!
itu katanya kepadaku yang selalu berkata aku takut..
di untaian tasbih yang ku keluhkan kepada Robbi
hati menangis bersalah kepadanya
aku menduakan cinta tuhanku
hanya untuk mencintai makhluknya
ilahi robbi
cinta anugrah katamu
tapi cinta yang aku punya adalah kesalahan
mencintai hal harom
Mojokerto, 06 Agustus 2018
Nurul Izzah
#AnnurAlizzahAssholihin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar